Tak bisa dipungkiri, Anak adalah cahaya
di sebuah rumah tangga, menjadi obat lelah sepulang bekerja, penyejuk mata
orang tua dan bersamanya keletihan dan kesengsaraan menjadi tak berarti. Di lain hal anak juga terkadang menjadi objek
kebanggan orang tua ketika berkumpul sesama rekan kerja dan bahkan anak juga
disebut sebagai investasi masa depan. Masa depan itu bukan sebatas ketika kita
tua dan jompo dan memerlukan perahatiannya. Lebih jauh dari itu, anak adalah
harapan setelah kematian memeluk kita, ketika semua amalan terputus, sebagaimana
hadits Rosulullah saw; jika anak adam meninggal maka terputuslah semua amalnya
kecuali 3 hal, salah satunya doa anak yang sholeh.
Qur’an surat ali imron ayat 79
memberi sebuah informasi bagi kita bagaimana mencetak generasi “…Hendaklah kamu
menjadi orang orang Rabbani disebabkan kamu selalu mengajarkan Alkitab dan
disebabkan kamu tetap mempelajarinya”.
Perhatikan pada kata ‘hendaklah’, itu berarti sebuah himbauan, anjuran
dan harapan. Harapan apa? Harapan agar menjadi, mencetak, membentuk generasi yang
Rabbani. Seperti apa generasi rabbani itu? yaitu generasi yang belajar alkitab
dan kemudian mengajarkanya. Terlibat dalam Proses belajar mengajar Al Qur’an
adalah cara satu satunya dalam mencetak Generasi Rabbani. Dengan dasar itulah
sekolah islam terpadu diberi nama Sekolah Islam Terpadu RABBANI. Dan dengan
nama itu juga maka seluruh proses belajar mengajar disekolah diwarnai dari
nilai nilai Qur’ani
Yayasan Generasi Rabbani memiliki
target yang jelas dalam upayanya dalam mendidik generasi pewaris negeri ini.
Merangkumnya dalam profil muslim idaman yang terkandung dalam dirinya 8
karakter. Kedelapan karakter tersebut adalah: lurus akidahnya,benar ibadahnya,
sempurna akhlaqnya, luas pemahamanya, kuat kemauanya, mandiri pribadinya,
efektif waktunya dan bermanfaat orangnya. Adakah yang bisa membayangkan
bagaimana jika 8 karakter itu terkumpul pada satu orang, adakah yang menduga
betapa bersyukurnya kita, jika satu diantara orang-orang Rabbani itu adalah
anak kita.
Para wali murid yang terhormat,
lembaga sekolah kita terus berusaha sekuat kemampuan untuk mencetak sosok-sosok
luar biasa tersebut, namun dalam perjalananya, lembaga menyadari salah satu hal
yang membuat capaian target menjadi melambat yaitu terjadinya perbedaan
pola ajar antara pendidikan dirumah dan sekolah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut
maka lembaga membuat serangkaian program dan nantinya Lembaga bersama Sekolah
dan Komite Sekolah dan tentunya orang tua/wali siswa bahu-membahu, bersama-sama
bekerja mewujudkannya. Adapun Program-program tersebut adalah :
- Membentuk komite sekolah dan kordinator kelas (komite kelas)
- Pertemuan mingguan, untuk membahas perkembangan akhlaq, akidah, ibadah, mata pelajaran dll. Dikordinir oleh kordinator kelas bersama guru kelas dan seluruh wali murid dikelas yang bersangkutan
- Pertemuan bulanan yang bertema pendidikan anak, pendidikan keluarga dan lainya. Dikordinir oleh komite sekolah dan sekolah yang melibatkan seluruh wali dari semua kelas, untuk kegiatan bulanan ini wajib dihadiri oleh wali murid
- Pertemuan 4 bulanan, bertema sosial, melibatkan masyarakat umum. Dikordinir oleh komite barsama lembaga sekolah
- Program wali mengajar: yaitu wali ikut mengajar disekolah selama satu hari dalam satu minggu secara bergantian agar pola ajar bisa diserap secara utuh sehingga bisa saling memberi masukan secara obyektif
Kita berharap
dengan program-program tersebut, dapat membawa dampak yang baik bagi anak-anak
kita sehingga melejitkan kemampuan mereka untuk mencapai prediket generasi
idaman, generasi yang dianjurkan Qur’an, Generasi Rabbani. Semoga Bapak Ibu
tergugah untuk berbuat dan aktif mengambil peran bersama-sama kami. Semoga niat
baik kita ini disampaikan Allah dan diberi pertolongan serta kemudahan
mewujudkannya. Aamiin ya Robal ‘Alamin.
(disampaikan pada Rapat Pembentukan Pengurus Komite Sekolah SD IT Rabbani Muara Enim periode 2015-2017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar