Membentuk Generasi Rabbani (oleh Ustadz Firdaus, SH, Humas Yayasan Generasi Rabbani)



Tak bisa dipungkiri, Anak adalah cahaya di sebuah rumah tangga, menjadi obat lelah sepulang bekerja, penyejuk mata orang tua dan bersamanya keletihan dan kesengsaraan menjadi tak berarti.  Di lain hal anak juga terkadang menjadi objek kebanggan orang tua ketika berkumpul sesama rekan kerja dan bahkan anak juga disebut sebagai investasi masa depan. Masa depan itu bukan sebatas ketika kita tua dan jompo dan memerlukan perahatiannya. Lebih jauh dari itu, anak adalah harapan setelah kematian memeluk kita, ketika semua amalan terputus, sebagaimana hadits Rosulullah saw; jika anak adam meninggal maka terputuslah semua amalnya kecuali 3 hal, salah satunya doa anak yang sholeh.

Qur’an surat ali imron ayat 79 memberi sebuah informasi bagi kita bagaimana mencetak generasi “…Hendaklah kamu menjadi orang orang Rabbani disebabkan kamu selalu mengajarkan Alkitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”.  Perhatikan pada kata ‘hendaklah’, itu berarti sebuah himbauan, anjuran dan harapan. Harapan apa? Harapan agar menjadi, mencetak, membentuk generasi yang Rabbani. Seperti apa generasi rabbani itu? yaitu generasi yang belajar alkitab dan kemudian mengajarkanya. Terlibat dalam Proses belajar mengajar Al Qur’an adalah cara satu satunya dalam mencetak Generasi Rabbani. Dengan dasar itulah sekolah islam terpadu diberi nama Sekolah Islam Terpadu RABBANI. Dan dengan nama itu juga maka seluruh proses belajar mengajar disekolah diwarnai dari nilai nilai Qur’ani

Yayasan Generasi Rabbani memiliki target yang jelas dalam upayanya dalam mendidik generasi pewaris negeri ini. Merangkumnya dalam profil muslim idaman yang terkandung dalam dirinya 8 karakter. Kedelapan karakter tersebut adalah: lurus akidahnya,benar ibadahnya, sempurna akhlaqnya, luas pemahamanya, kuat kemauanya, mandiri pribadinya, efektif waktunya dan bermanfaat orangnya. Adakah yang bisa membayangkan bagaimana jika 8 karakter itu terkumpul pada satu orang, adakah yang menduga betapa bersyukurnya kita, jika satu diantara orang-orang Rabbani itu adalah anak kita.
Para wali murid yang terhormat, lembaga sekolah kita terus berusaha sekuat kemampuan untuk mencetak sosok-sosok luar biasa tersebut, namun dalam perjalananya, lembaga menyadari salah satu hal yang membuat capaian target menjadi melambat yaitu terjadinya perbedaan  pola ajar antara pendidikan dirumah dan sekolah.
Untuk mengatasi persoalan tersebut maka lembaga membuat serangkaian program dan nantinya Lembaga bersama Sekolah dan Komite Sekolah dan tentunya orang tua/wali siswa bahu-membahu, bersama-sama bekerja mewujudkannya. Adapun Program-program tersebut adalah :

  • Membentuk komite sekolah dan kordinator kelas (komite kelas)
  • Pertemuan mingguan, untuk membahas perkembangan akhlaq, akidah, ibadah, mata pelajaran dll. Dikordinir oleh kordinator kelas bersama guru kelas dan seluruh wali murid dikelas yang bersangkutan
  • Pertemuan bulanan yang bertema pendidikan anak, pendidikan keluarga dan lainya. Dikordinir oleh komite sekolah dan sekolah yang melibatkan seluruh wali dari semua kelas, untuk kegiatan bulanan ini wajib dihadiri oleh wali murid 
  • Pertemuan 4 bulanan, bertema sosial, melibatkan masyarakat umum. Dikordinir oleh komite barsama lembaga sekolah
  • Program wali mengajar: yaitu wali ikut mengajar disekolah selama satu hari  dalam satu minggu secara bergantian agar pola ajar bisa diserap secara utuh sehingga bisa saling memberi masukan secara obyektif
Kita berharap dengan program-program tersebut, dapat membawa dampak yang baik bagi anak-anak kita sehingga melejitkan kemampuan mereka untuk mencapai prediket generasi idaman, generasi yang dianjurkan Qur’an, Generasi Rabbani. Semoga Bapak Ibu tergugah untuk berbuat dan aktif mengambil peran bersama-sama kami. Semoga niat baik kita ini disampaikan Allah dan diberi pertolongan serta kemudahan mewujudkannya.  Aamiin ya Robal ‘Alamin.

(disampaikan pada Rapat Pembentukan Pengurus Komite Sekolah SD IT Rabbani Muara Enim periode 2015-2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar