Apa kabar, Bunda?
Setelah pertemuan di saung SD IT Rabbani Hari Jumat tanggal 25 Januari 2013 yang lalu, saya menemukan sebuah semangat baru, mewujudkan sebuah pergerakan yang lebih dari sekedar pertemuan rutin Ibu-Ibu orang tua siswa SD IT Rabbani Muara Enim, menjadi sebuah pergerakan dengan konsep lebih terarah dan menembus segala kesulitan untuk berjumpa dengan orang tua, ya.. kita sedang bertemu dalam dunia Maya tanpa batas.
Saya bersama pengurus komite sekolah lainnya sedang mencoba menghimpun ibu-ibu yang masih belum tergugah ataupun belum dapat mencocokan jadwal aktivitas dengan jadwal pertemuan rutin komite. Melalui blog ini saya ingin lebih memperluas pemikiran, memperluas harapan dan semangat kita tentang perlunya sebuah komitmen yang kuat dan usaha yang besar mewujudkan perubahan paradigma pendidikan anak kembali meneladani apa yang telah dilakukan Rasulullah sejak lebih dari 14 abad yang lalu.
SD IT Rabbani adalah sebuah gagasan besar, namun bukanlah sebuah gagasan yang besar jika di dalamnya tidak terdapat juga ujian yang besar pula. Mari kita renungkan sejenak, pendirian sekolah ini...Lokasi sekolah yang berada jauh di sebuah lembah yang semula adalah hutan dan belukar, laksana sebuah keinginan yang sangat jauh dan mendasar dari lubuk hati akan kerinduan nafas Islami diantara jenuhnya rutinitas keseharian kita.
Usia sekolah ini masih sangat muda, semuda anak-anak kita yang lucu dan juga terkadang nakal, tapi sangatlah naif usia muda kemudian kita biarkan dia bermain tanpa bimbingan, justru dalam bermainlah kita harapkan sebuah pelajaran senantiasa kita hadirkan. (sambil saya membayangkan anak-anak kita main perosotan dengan ranting yang dibuatkan Ustadznya, mereka berteriak kegirangan meluncur dari tebing sekolah...sedang di bawah sang ustadz harap-harap cemas, apakah dia dapat meraih tangan kecil yang sedang dipenuhi euforia sebuah permainan penuh petualangan itu). ya... usia muda, namun penuh harap kita segera menorehkan prestasi, bukan untuk dikenal tapi untuk mengajarkan anak-anak kita bahwa sebuah prestasi adalah tangga kecil yang membuat seseorang terus naik menggapai cita-cita.
Usia muda anak-anak kita, juga "usia muda" dari jam terbang guru-guru kita, usia muda sekelompok orang tua, lengkaplah sudah kita untuk bergandeng tangan, melewati batu yang mungkin bagi orang lain adalah batu kecil' "namun karena muda nya usia kita" terasa menjadi batu yang besar, dan kemudian seolah-olah akan menghalangi perjalanan ini. Sepertinya halnya perbedaan pendapat, perbedaan visi dan perbedaan latar belakang yang menyebabkan berbedanya tanggapan kita terhadap masalah, janganlah jadi alasan untuk mundur atau menyingkir. Ayo kuatkan genggaman tangan kita dalam sebuah jamaah besar, yang bertujuan membesarkan generasi masa depan "Generasi Rabbani"
Bismillahirrohmanirrohiim....
good job ummi jundi...go..go..go...!!
BalasHapustrims abi jundi
BalasHapussemangat umi jundi...
BalasHapusI have read so many articles orr reviews about the blogger
BalasHapuslovers except this post is actually a pleasant piece of writing, keep
it up.
Check out my web page: Ricky Salvador